Rabu, 18 Februari 2026, 10:47:49 | Dibaca: 37
Kota Medan – Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Medan (BRIDA) Kota Medan menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah BRIDA Kota Medan Tahun 2026 pada Kamis, 13 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Kantor BRIDA Kota Medan sebagai bagian dari proses penyempurnaan Rancangan Rencana Kerja (Renja) BRIDA Tahun 2027.
Forum Perangkat Daerah ini merupakan wadah konsultatif untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program riset dan inovasi daerah. Kegiatan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan, akademisi, hingga mitra strategis lainnya, guna memastikan arah kebijakan riset dan inovasi selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BRIDA Kota Medan, Benny Iskandar, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembangunan berbasis data dan hasil riset (evidence-based policy) sebagai fondasi dalam meningkatkan daya saing daerah.
“Inovasi bukan sekadar program, tetapi nilai tambah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Untuk itu, kita harus memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Benny Iskandar.
Forum ini menghadirkan dua narasumber utama. Prof. Bhakti Alamsyah, S.T., M.T., Ph.D., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Prima Indonesia, memaparkan pentingnya kolaborasi pentahelix serta penguatan ekosistem riset dan inovasi yang berbasis pada kebutuhan daerah.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci agar hasil riset tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi permasalahan Kota Medan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Ihsan Azhari, S.Sos., M.SP., Kepala Bidang Riset dan Inovasi Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara, menekankan urgensi integrasi hasil riset ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Perencanaan pembangunan harus berbasis data yang valid dan terukur. Riset dan inovasi harus terintegrasi dalam dokumen perencanaan agar pembangunan daerah berjalan efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.
Peserta yang hadir dalam forum ini terdiri atas kepala perangkat daerah atau perwakilannya di lingkungan Pemerintah Kota Medan, perwakilan Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara, perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Medan, akademisi dan peneliti, serta ASN di lingkungan BRIDA Kota Medan.
Melalui pelaksanaan Forum Perangkat Daerah BRIDA Kota Medan Tahun 2026 ini, dihasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan riset dan inovasi daerah. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong BRIDA Kota Medan menjadi penggerak utama kebijakan berbasis data dan bukti (evidence-based policy) demi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kota Medan.