Detail Berita
Medan Coding Competition 2026, Dorong Lahirnya Talenta Digital Muda

Medan Coding Competition 2026, Dorong Lahirnya Talenta Digital Muda

Senin, 11 Mei 2026, 16:11:47 | Dibaca: 16


Medan Coding Competition 2026 resmi dibuka pada 9 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Medan bekerja sama dengan UMSU dan IWAPI Kota Medan sebagai langkah strategis dalam mendorong lahirnya talenta digital muda sekaligus memperkuat transformasi menuju kampus digital berkelas dunia.

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Rico Tri Putra Bayu Waas selaku Wali Kota Medan, Airin Rico Waas, Benny Iskandar, S.T., MT selaku Kepala BRIDA Kota Medan, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Medan, para pimpinan daerah Kota Medan, Ketua IWAPI Yoshida Sary beserta anggota IWAPI, Kadin Medan, Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP, serta Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd bersama jajaran pimpinan di lingkungan UMSU.

Kompetisi ini diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi di Kota Medan. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, pemrograman, dan pemecahan masalah berbasis digital.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan pentingnya peran teknologi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

“Teknologi menciptakan solusi. Masa depan bukan untuk ditunggu, tetapi diciptakan dari tangan kita sendiri,” ujar Rico Waas.

Sementara itu, perwakilan BRIDA, Benny Iskandar, menegaskan bahwa Medan Coding Competition 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, swasta, komunitas, dan media. Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya berfokus pada kemampuan membuat aplikasi, tetapi juga mendorong peserta untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan melalui pendekatan teknologi dan logika pemrograman.

“Medan Coding Competition 2026 bukan hanya kegiatan yang diselenggarakan oleh BRIDA semata, melainkan hasil kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, swasta, komunitas, dan media. Kegiatan ini turut didukung oleh Dinas Pendidikan, Kominfo, perguruan tinggi, serta berbagai mitra strategis lainnya,” ujar Benny Iskandar.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Medan bersama para mitra berharap dapat melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menjadi motor penggerak inovasi digital di masa depan.