Webinar Anti Korupsi
Kamis, 08 Januari 2026, 11:44:08 | Dibaca: 135
Wali Kota Medan Bapak Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keteladanan pemimpin merupakan fondasi utama dalam membanqun budaya antikorupsi yang berkelanjutan. Tanpa contoh nyata dari para pemimpin hari ini, upaya mencetak generasi emas Indonesia 2045 hanya akan menjadi wacana tanpa makna.
Peneqasan tersebut disampaikan Rico Waas, saat membuka Webinar Antikorupsi vang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, di Rumah Dinas Wali Kota Medan. Senin (22/12/2025)
"Kalau kita ingin melihat Indonesia 2045, lihatlah generasi mudanya hari ini. Tapi generasi muda tidak akan tumbuh baik tanpa contoh yang baik. Contoh itu ada pada kita semua sekarang,' kata Rico Waas.
Didampingi Inspektur Kota Medan Erfin Fachrur Razi, Staf Ahli Wali Kota Rakhmat Adisvahputra Harahap, Kepala BRIDA Kota Medan Benny lskandar, serta iajaran pimpinan perangkat daerah, Rico Waas menegaskan, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kejahatan sistemik yang merusak tata kelola pemerintahan, menghancurkan kepercayaan publik, dan mengancam masa depan bangsa.
Rico Waas mengungkapkan bahwa budaya korupsi kerap bermula dari hal-hal kecil yang dianggap sepele dan kemudian dinormalisasi dalam birokrasi. "Korupsi sering berawal dari rasa tidak cukup. Ini bukan soal gaji, tapi soal mental. Ketika hal kecil dibenarkan, di situlah awal kehancuran integritas," ungkapnya.
Selain itu, Rico Waas juga menyoroti tekanan gaya hidup dan gengsi sosial yang kerap menjadi pemicu penyalahgunaan wewenang. la mengingatkan bahwa jabatan bukanlah simbol kekuasaan abadi, melainkar amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan. "Tidak ada harta dan jabatan yang kita bawa mati. Yang kita bawa hanya pertanggungjawaban moral," tegasnya,